Outdoor CLDRM VI LDRH Tekankan Kaderisasi Intelektual dan Kebersamaan



Lembaga Debat dan Riset Hukum (LDRH) UIN Alauddin Makassar sukses menggelar kegiatan outdoor sebagai tahap akhir rangkaian open recruitment yang berlangsung di Pantai Tanjung Bayang, Pondok Harapan 07, pada Sabtu hingga Minggu (13/12/2025).

Tahap Outdoor Open Recruitment ke-6 ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh sebanyak 85 peserta Calon Law Debate and Research Member (CLDRM) VI.

Pada tahap outdoor, peserta dibekali dengan tiga materi, di antaranya materi pengantar ilmu debat yang disampaikan oleh Nurmelia; materi kedua bertajuk Langkah Awal Menuju Publikasi: Memahami Jurnal Ilmiah yang dibawakan oleh Andi Rezal Juhari, S.H., selaku demisioner Ketua Umum LDRH periode 2022–2023; dan materi ketiga berjudul From Footsteps to Horizons, From Dreams to Action: Menggali Warisan LDRH UINAM, Menjadi Kader yang Bergerak, dan Menyulam Masa Depan yang Cerah yang disampaikan oleh Muhammad Aqil Alwaris, S.H., tenaga ahli DPR RI (A-422) sekaligus founding father LDRH UINAM.

Selain pembekalan materi, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik debat dan praktik riset, serta rangkaian kegiatan berupa forum group discussion (FGD), games, serta sharing session.

Salah satu peserta outdoor, Dea Audi Ananda dari Jurusan Farmasi, mengatakan bahwa kegiatan outdoor LDRH memberikan pengalaman berbeda dibandingkan proses kaderisasi organisasi pada umumnya. Ia merasakan bahwa LDRH lebih menekankan pengembangan kapasitas intelektual dan pola pikir peserta melalui diskusi, presentasi, serta debat yang mendorong keaktifan berpikir. Dea menyebutkan bahwa peserta dilatih untuk menganalisis persoalan dan menyampaikan gagasan secara argumentatif.

“Dalam kegiatan outdoor kemarin, kami dilatih untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis melalui berbagai metode pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa presentasi esai dan debat menjadi bagian paling berkesan karena memungkinkan peserta menerapkan materi secara langsung.

“Kegiatan ini membuat saya belajar menyusun argumen dan menghargai sudut pandang orang lain,” tambahnya.

Peserta terbaik, Tri Ayu Nayzifa dari Jurusan Ilmu Komunikasi, turut mengungkapkan kesan positif terhadap suasana kegiatan yang dinilainya berbeda dari organisasi lain. Menurutnya, tidak adanya pola senioritas membuat interaksi antara peserta dan panitia berjalan lebih akrab dan nyaman. Ia menilai kegiatan outdoor lebih menekankan kebersamaan, pengembangan diri, dan kerja sama antarpeserta.

“Suasananya santai dan nyaman, tidak ada tekanan seperti pengkaderan pada umumnya,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah motivasi dari pemateri yang mendorong peserta untuk berani berproses dan berkembang.

“Kalimat itu sederhana, tapi sangat membangun semangat saya untuk terus melangkah ke depan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh peserta terbaik, Reyka Nanda Pratama dari Jurusan Teknik Arsitektur. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan outdoor, terutama saat mengikuti sesi sparing debat yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Reyka menilai kegiatan tersebut memberikan pembelajaran yang intens dalam waktu singkat.

“Sparing debat menjadi pengalaman yang benar-benar baru bagi saya, baik dari segi ilmu maupun tantangannya,” tuturnya.

Ia berharap LDRH dapat terus menjadi ruang belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan kader.

“Semoga LDRH selalu menjadi tempat kami belajar dan bertumbuh bersama,” ujarnya.


Penulis: Risaldi Anggara

Staf Departemen Informasi & Relasi LDRH 2025–2026

Post a Comment

Previous Post Next Post

Popular Items